Agen Bola Online, Judi Casino Sbobet

Amad Diallo Tetap Enjoy Main Di Manchester United Meski Posisinya Digeser

Berita Bola – Winger Manchester United, Amad Diallo menanggapi pergeseran posisinya di skuad Manchester United. Ia mengaku tidak keberatan harus bermain di posisi lain selama ia dibutuhkan sang manajer. Seperti yang sudah diketahui, Manchester United kini ditangani oleh Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu saat ini menerapkan skema baru yang berbeda dari taktik yang diterapkan Erik Ten Hag di MU. Itulah mengapa ada beberapa pemain yang posisinya harus bergeser. Salah satunya adalah Amad Diallo yang posisinya digeser agak ke belakang menjadi wingback. Amad Diallo baru-baru ini dimintai pendapat terkait pergeseran posisinya tersebut. Ia mengaku sama sekali tidak masalah harus berubah posisi. Dalam wawancaranya baru-baru ini, Amad menyebut bahwa ia tidak keberatan posisinya digeser menjadi wingback. Ia menyebut bahwa selama timnya membutuhkannya bermain di posisi tersebut, ia dengan senang hati bermain di pos tersebut. “Entah saya diturunkan sebagai bek atau striker, saya akan bermain di manapun manajer saya menginginkan saya bermain. Saya selalu siap berjuang untuk tim ini,” ungkap Diallo. Lebih lanjut, Diallo juga menyebut bahwa ia sama sekali tidak keberatan bermain di posisi yang bukan posisi aslinya. Ia juga menegaskan bahwa ia selalu memberikan segenap kemampuan terbaiknya di setiap kali ia turun membela Manchester United, tidak peduli di posisi mana ia bermain. “Saya tidak masalah bermain di posisi manapun. Seperti yang saya bilang, jika manajer membutuhkan saya bermain sebagai kiper, maka saya akan memberikan performa terbaik saya di posisi tersebut,” pungkasnya. Semenjak posisinya digeser menjadi wingback, penampilan Diallo di skuad Manchester United menjadi lebih ciamik. Ia baru-baru ini mengemas dua assist saat membantu Manchester United menang 4-0 atas Everton di akhir pekan kemarin.

Amad Diallo Tetap Enjoy Main Di Manchester United Meski Posisinya Digeser Read More »

Harga Terlalu Mahal, Transfer Viktor Gyokeres Ke MU Sulit Jadi Kenyataan

Berita Bola – Ada informasi baru beredar seputar rumor kepindahan Viktor Gyokeres ke salah satu raksasa Liga Inggris, Manchester United. Transfer ini dinilai semakin sulit jadi kenyataan. Manchester United saat ini memiliki manajer baru. Mereka berhasil membajak manajer Sporing Lisbon, Rubem Amorim untuk menjadi pelatih kepala mereka. Amorim sendiri dikabarkan ingin memboyong sejumlah pemain Sporting Lisbon ke Manchester United. Salah satunya adalah bomber tajam milik Sporting, yaitu VIktor Gyokeres. talkSPORT melaporkan bahwa Amorim ingin transfer Gyokeres ini jadi kenyataan. Namun kenyataannya sulit untuk dicapai. Menurut laporan tersebut, Manchester United sulit untuk memboyong Gyokeres ke Old Trafford. Ini disebabkan sang striker punya klausul rilis yang sangat mahal. Mereka harus menyetorkan uang sekitar 80 juta pounds kepada Sporting untuk mendapatkan jasa sang striker. Setan Merah dikabarkan tidak mau membayar harga semahal itu untuk satu pemain. Jadi transfer ini dianggap bakal sulit terealisasi dalam waktui dekat ini. Menurut laporan yang sama, Amorim sendiri sudah mendapatkan pesan khusus dari manajemen Manchester United terkait perburuan striker tersebut. Ia diminta untuk mengembangkan pemain-pemain yang dimiliki Manchester United. Dua penyerang Setan Merah, Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee dianggap bisa jadi mesin gol yang mematikan jika dipoles dengan benar. Selain itu MU juga punya penyerang muda berbakat pada diri Chido Obi-Martin. Jadi Amorim diminta memaksimalkan pemain yang ada alih-alih belanja pemain baru. Amorim sendiri menjawab tantangan manajemen Manchester United dengan baik. Baru-baru ini, baik Joshua Zirkzee dan Rasmus Hojlund sama-sama mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan ketika diberi kesempatan bermain oleh Amorim.

Harga Terlalu Mahal, Transfer Viktor Gyokeres Ke MU Sulit Jadi Kenyataan Read More »

Penjelasan Carlo Ancelotti Soal Sering Cadangkan Ferland Mendy Dan Mainkan Fran Garcia

Berita Bola – Manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti memberikan penjelasan terkait situasi bek kiri Real Madrid saat ini. Ia mengakui bahwa Fran Garcia saat ini lebih unggul ketimbang Ferland Mendy di posisi tersebut. Dini hari nanti, Real Madrid akan bertandang ke San Mames. Mereka akan menjalani pertandingan tandang buat menghadapi tuan rumah Athletic Bilbao di lanjutan La Liga musim 2024/2025. Jelang laga ini, ada pertanyaan terkait pemilihan bek kiri Real Madrid. Belakangan ini, Ancelotti lebih banyak memainkan Fran Garcia di posisi tersebut. Padahal Ferland Mendy belakangan ini sudah fit untuk kembali bermain. Lantas mengapa Garcia yang dipilih Ancelotti? Dalam konferensi persnya baru-baru ini, Ancelotti mencoba menjelaskan mengapa Fran Garcia lebih banyak bermain belakangan ini. Ia menyebut sang bek menawarkan sesuatu yang berbeda untuk Real Madrid dengan kemampuannya yang di atas rata-rata. “Dia (Garcia) bermain karena faktor teknis. Fran sangat bagus dalam bertahan dan ia juga mampu berkontribusi saat menyerang. Dia selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ia dapatkan,” ungkap Ancelotti. Ancelotti juga menegaskan bahwa situasi Garcia itu tidak membuat Ferland Mendy tersisih dari skuad Real Madrid. Ia menegaskan bek asal Prancis itu masih masuk dalam rencananya dan ia akan tetap mengandalkannya di timnya buat mengarungi sisa musim ini. “Saya masih mengandalkan Mendy, saya percaya penuh kepadanya. Kami berhasil memenangkan dua trofi Liga Champions berkat Mendy,” ia menandaskan. Real Madrid sendiri akan fokus untuk mengamankan kemenangan saat berjumpa dengan Athletic Bilbao. Mereka butuh tiga poin untuk menempel ketat Barcelona di puncak klasemen La Liga Spanyol musim 2024/2025.

Penjelasan Carlo Ancelotti Soal Sering Cadangkan Ferland Mendy Dan Mainkan Fran Garcia Read More »

Raphinha Ungkap Komitmennya Buat Barcelona

Berita Bola – Penyerang andalan milik Barcelona, Raphinha menegaskan bahwa ia tidak mau berpuas diri dengan performanya saat ini. Winger asal Brasil itu bertekad untuk memberikan lebih banyak gol dan assist bagi tim asal Catalunya tersebut. Musim 2024/2025 ini bisa dikatakan menjadi musim kebangkitan Raphinha. Di bawah asuhan pelatih Hansi Flick, sang winger tampil menggila bersama Barcelona. Pemain berumur 27 tahun itu baru-baru ini mengemas dua gol saat Barcelona berhasil meraih kemenangan dengan skor 5-1 saat melawan Real Mallorca. Dua gol itu membuat sang pemain sudah mengemas 16 gol dan 10 assist bagi Barcelona di musim ini. Meski punya catatan yang luar biasa apik, Raphinha tidak mau berpuas diri. Ia bertekad untuk tampil lebih baik bagi Barcelona. Dalam wawancaranya seusai laga, Raphinha menegaskan bahwa ia tidak mau berpuas diri dengan penampilannya. Ia bertekad untuk mencetak lebih banyak gol dan assist bagi Las Azulgrana di sisa musim 2024/2025 ini. “Saat ini saya berada dalam performa terbaik dalam karir saya, dan saya tidak mau berhenti. Saya ingin memberikan yang lebih banyak untuk Barca,” ungkap Raphinha. Raphinha menyebut bahwa ia sangat mencintai Barcelona. Klub asal Catalunya itu merupakan klub yang spesial bagi dirinya sehingga ia siap memberikan segalanya untuk membawa Barcelona kembali berjaya. “Saya sangat mencintai klub ini. Anda bisa melihat ketika saya mencium lambang klub ini, itu menunjukkan perasaan saya pada klub ini,” ia menandaskan. Hansi Flick berharap Raphinha kembali menunjukkan performa yang oke di akhir pekan ini. Barcelona dijadwalkan akan melakoni laga tandang ke markas Real Betis pada hari Sabtu (7/12/2024).

Raphinha Ungkap Komitmennya Buat Barcelona Read More »

Performa Lukaku Dinilai Tidak Seganas Dulu Lagi, Conte Tak Puas

Berita Bola – Eks pemain Juventus Alessandro Matri menilai Romelu Lukaku tak seganas ketika masih di Inter Milan. Antonio Conte pun diyakini tak puas dengan performa Lukaku. Setelah merekrut Conte pada musim panas ini, Napoli menggaet Lukaku dari Chelsea senilai 30 juta euro. Bomber internasional Belgia itu tajam di bawah asuhan Conte ketika masih bekerja sama di Inter Milan. Sebanyak 64 gol diceploskan Lukaku dalam 95 pertandingan, untuk menginspirasi sukses Nerazzurri meraih Scudetto 2020/21, gelar juara Serie A pertama klub dalam 11 musim. Inter juga memenangi Coppa Italia dan Piala Super Italia di musim berikutnya. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri performa Romelu Lukaku menurun setelahnya. Lukaku mencetak total 50 gol dalam tiga musim digabungkan untuk Chelsea, Inter, dan AS Roma. Sekalipun kini ditangani Antonio Conte lagi, Lukaku belum tokcer usai baru menyumbang lima gol saja dalam 12 pertandingan Partenopei di liga. Pada prosesnya, mantan penyerang Manchester United ini belum pernah bermain penuh untuk Napoli di sepanjang musim ini. Yang terakhir, Lukaku diganti dalam kemenangan tipis 1-0 di markas Torino pada hari Minggu (1/12). Matri pernah diasuh Conte selama tiga musim di Juventus, dengan memenangi dua medali juara liga. Menurut Matri, Romelu Lukaku masih belum memenuhi ekspektasi pelatihnya itu. “Filosofi Conte itu sudah pasti yang paling sukses karena dia juara. Saya cukup beruntung pernah memiliki dia sebagai pelatih, jadi saya tahu apa yang dia tularkan kepada sebuah tim,” ungkap Matri dalam program Serie A Show di DAZN. “Lukaku? Saya tidak yakin dengan pembelian dia, karena meskipun dia cocok dengan karakteristik permainan Conte, tapi saya kira Conte sendiri melihat si pemain pada musim lalu.” “Saya memang sangat menyukai Lukaku, tapi saya harus bilang bahwa dalam dua tahun terakhir ini saya tidak menyukai dia, dia bukan lagi Lukaku yang kita lihat di Inter, dan melihat Conte menggantikan dia pada menit ke-65 itu sebuah sinyal bahwa dia juga sangat tidak puas,” Matri menyimpulkan.

Performa Lukaku Dinilai Tidak Seganas Dulu Lagi, Conte Tak Puas Read More »

Ruud van Nistelrooy Mengaku Sedih Dan Kecewa Dipaksa Pergi Dari MU

Berita Bola – Ruud van Nistelrooy harus meninggalkan Manchester United usai kedatangan Ruben Amorim. Pria Belanda itu mengaku sedih dan kecewa. Nistelrooy awalnya datang ke MU sebagai asisten Erik ten Hag. Usai bosnya dipecat, Nistelrooy sempat dipercaya menjadi manajer interim Setan Merah. Empat laga ia pimpin, dan MU bisa terhindar dari kekalahan (tiga kali menang dan sekali imbang). Manajemen kemudian malah menunjuk Amorim, dan Nistelrooy harus tersingkir dari kursi kepelatihannya. Eks striker MU itu mengaku awalnya sedih dan kecewa disingkirkan bekas klubnya. Belakangan, Nistelrooy mengaku paham dengan keputusan Amorim tidak menyertakannya. “Saat saya mengambil alih pekerjaan interim, yang saya katakan adalah saya di sini untuk membantu United dan akan tetap membantu United. Saya bersungguh-sungguh. Jadi saya sangat kecewa, dan rasanya menyakitkan saya harus pergi,’ kata Ruud van Nistelrooy, dilansir Daily Mail. “Satu-satunya pekerjaan yang ingin saya ambil sebagai asisten manajer ya di United. Itu karena ikatan yang saya miliki dengan orang-orang di klub, dan para penggemar.” “Pada akhirnya saya memikirkannya karena saya juga memahami manajer baru itu. Saya sendiri seorang manajer. Anda dapat memikirkan suatu situasi, saya berada di sana… Saya mengerti.” “Saya bicara dengan Ruben tentang hal itu, cukup adil baginya. Saya bersyukur atas percakapan ini, dari orang ke orang, manajer ke manajer. Hal ini banyak membantu saya untuk terus maju dan langsung berdiskusi tentang kemungkinan-kemungkinan baru yang tentu saja membangkitkan semangat saya,” terangnya. Kini, Nistelrooy resmi menjadi manajer Leicester City. Ia akan meneruskan pekerjaan Steve Cooper, yang baru saja dipecat. Tugas berat menanti Ruud van Nistelrooy di Leicester. Sebab, The Foxes sementara berada di papan bawah usai serangkaian hasil buruk.

Ruud van Nistelrooy Mengaku Sedih Dan Kecewa Dipaksa Pergi Dari MU Read More »