Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Pramusim Barcelona : Waktunya 3 Bintang Muda Jebolan La Masia Ini Bersinar

Berita Bola – Pramusim Barcelona akan segera dimulai dalam waktu kurang dari dua pekan. Para pemain utama dijadwalkan kembali tepat waktu, membawa harapan baru di bawah arahan Hansi Flick. Namun, seperti biasa, fokus utama bukan semata hasil pertandingan, melainkan memberi kesempatan bagi pemain muda unjuk kemampuan. Tur ini menjadi ajang seleksi tidak resmi untuk menentukan siapa yang layak masuk skuad utama. Delapan pemain dari La Masia kabarnya akan dibawa Flick dalam tur pramusim. Dari semua nama itu, ada tiga talenta yang layak mendapat perhatian sejak awal. Ketergantungan Barcelona pada satu pemain di setiap sisi bek menjadi pelajaran mahal musim lalu. Posisi bek kiri paling terasa, terutama saat absennya Alejandro Balde. Gerard Martin memang tampil sebagai pelapis, tapi tak sepenuhnya meyakinkan. Kini, harapan baru muncul lewat Jofre Torrents, yang dilabeli sebagai sensasi baru La Masia di posisi tersebut. Torrents punya kecepatan, kontrol bola yang solid, dan kaki kiri yang sangat terlatih. Meski masih butuh peningkatan dalam bertahan, naluri menyerangnya menjadikannya aset penting di masa depan. Toni Fernandez baru berusia 16 tahun, tapi publik La Masia sudah lama menganggap dia sebagai proyek besar berikutnya. Jika Lamine Yamal bisa bersinar muda, kenapa tidak dengan Fernandez? Ia pemain serbabisa di lini depan—bisa bermain melebar, sebagai gelandang serang, bahkan false nine. Keunggulannya terletak pada teknik, pemahaman ruang, dan kemampuan menggiring bola yang matang di usia muda. Flick sudah memberinya menit bermain di laga pramusim melawan Manchester City dan AC Milan. Saat melawan UD Barbastro di Copa del Rey, ia bahkan menciptakan dua umpan kunci hanya dalam sembilan menit. Barcelona sedang mendekati Nico Williams untuk mengisi sektor sayap kiri musim depan. Namun, itu bukan berarti pemain muda tak punya tempat dalam rencana tim utama. Jan Virgili, anak akademi yang semakin sering muncul di radar Flick, siap menjadi pelapis atau bahkan opsi darurat yang tak kalah berbahaya. Namanya melejit setelah tampil gemilang di Euro U19 bersama Spanyol. Dalam laga semifinal lawan Jerman, ia mencetak gol dan assist untuk membawa tim menang dramatis 6-5. Virgili dikenal sebagai winger sejati—jarang masuk ke tengah, tapi punya kualitas murni sebagai penyerang sayap.

Pramusim Barcelona : Waktunya 3 Bintang Muda Jebolan La Masia Ini Bersinar Read More »

Dikalahkan Al Hilal, Bernardo Silva Bongkar ‘Borok’ Manchester City

Berita Bola – Manchester City harus menelan kekalahan mengejutkan dari Al Hilal dengan skor 3-4 setelah perpanjangan waktu dalam laga 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 di Orlando, Selasa (1/7/2025) pagi WIB. Bernardo Silva, yang sempat mencetak gol awal bagi The Citizens, mengkritik kegagalan timnya dalam menahan serangan balik lawan yang menjadi titik lemah dalam pertandingan tersebut. City tampil percaya diri di babak pertama. Silva membuka keunggulan pada menit ke-10, dan tim asuhan Pep Guardiola itu sempat menguasai jalannya pertandingan. Namun, segalanya berubah drastis di babak kedua. Al Hilal, yang diasuh Simone Inzaghi, membalas dengan dua gol cepat dalam tujuh menit setelah turun minum. Erling Haaland sempat menyamakan kedudukan, namun pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di situ, Al Hilal kembali unggul berkat gol cepat, dan meski Phil Foden membalas, satu gol lagi dari tim Arab Saudi memastikan kemenangan mereka. Dalam wawancara usai laga, Silva mengakui bahwa City gagal mengantisipasi serangan balik Al Hilal. “Yang kurang dari kami adalah konsentrasi dan organisasi saat kehilangan bola, terutama dalam menghadapi transisi lawan,” ujarnya. “Kami sebenarnya punya banyak peluang. Kami mencetak tiga gol, tapi bisa saja lima atau enam. Masalahnya, kami tidak bisa mengontrol permainan saat kehilangan bola. Mereka terlalu mudah berlari menyerang, dan dalam satu dua umpan saja, selalu ada bahaya mengintai,” tambahnya. Silva mengungkapkan kekecewaannya, tetapi tetap memberikan apresiasi kepada Al Hilal. “Kami sangat kecewa karena punya ambisi besar di kompetisi ini. Tapi inilah sepak bola—mereka bermain bagus hari ini,” katanya. “Kami tidak mengontrol beberapa situasi yang seharusnya bisa lebih baik. Selamat kepada mereka, mereka tim yang kuat, punya pemain-pemain berkualitas, dan layak menang.” Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi City, yang sebelumnya tampil gemilang di fase grup, termasuk kemenangan telak 5-2 atas Juventus. Peluang mereka untuk melaju lebih jauh pun terbuka lebar setelah Fluminense mengalahkan Inter Milan, sayangnya, The Citizens gagal memanfaatkannya. Dengan hasil ini, Al Hilal melaju ke perempat final untuk menghadapi Fluminense, sementara Manchester City harus pulang lebih awal dengan segudang evaluasi. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa masalah transisi dan konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Guardiola dan anak asuhnya.

Dikalahkan Al Hilal, Bernardo Silva Bongkar ‘Borok’ Manchester City Read More »

Pep Guardiola Buka Peluang Eksodus Pemain Usai Manchester City Tersingkir Dari Piala Dunia Antarklub 2025

Berita Bola – Manchester City harus pulang lebih awal dari Piala Dunia Antarklub 2025 setelah dikalahkan Al Hilal dengan skor dramatis 3-4 lewat extra time di babak 16 besar, Selasa (1/7/2025) pagi WIB. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi The Citizens, yang sebelumnya tampil gemilang dengan menghancurkan Juventus 5-2 di laga terakhir grup. Josep Guardiola tak menyembunyikan kekecewaannya. Meski timnya mendominasi babak pertama, dua gol cepat Al Hilal di babak kedua mengubah segalanya. City sempat bangkit dua kali, tapi akhirnya tumbang di perpanjangan waktu. “Kami punya banyak peluang, tapi gagal memanfaatkannya. Ini pelajaran berharga,” ujar Guardiola dalam wawancara dengan DAZN. Guardiola juga mengisyaratkan perubahan besar dalam skuad City dalam beberapa pekan ke depan. Beberapa nama besar seperti Kyle Walker, Kalvin Phillips, dan Jack Grealish bahkan tidak dibawa ke Amerika Serikat untuk kompetisi ini, menandakan bahwa masa depan mereka di Etihad Stadium diragukan. “Kami punya skuad yang terlalu besar. Ada banyak pemain berbakat yang sayangnya tidak bisa dapat menit bermain. Kami akan lihat apa yang terjadi selanjutnya,” tambahnya. Dengan Premier League baru dimulai enam minggu lagi, City punya waktu untuk merombak tim. Empat pemain baru sudah didatangkan, tapi Guardiola tampaknya masih ingin memangkas jumlah pemain. Kegagalan di Piala Dunia Antarklub 2025 setidaknya memberi City jeda sebelum melanjutkan perburuan gelar domestik. Setelah liburan musim panas yang dipersingkat untuk persiapan turnamen, Guardiola berharap pemainnya bisa memulihkan kondisi fisik dan mental. “Kami butuh istirahat, lalu fokus lagi. Premier League adalah target berikutnya,” tegasnya. Apakah City akan melakukan pergerakan transfer lagi? Dan siapa saja yang akan hengkang? Jawabannya akan terungkap dalam waktu dekat.

Pep Guardiola Buka Peluang Eksodus Pemain Usai Manchester City Tersingkir Dari Piala Dunia Antarklub 2025 Read More »

Tahan Real Madrid Dan Kalahkan Manchester City Jadi Bukti Kekuatan Al Hilal

Berita Bola – Tak banyak yang memperhitungkan Al Hilal di Piala Dunia Antarklub 2025. Mereka dianggap hanya pelengkap dalam pesta para raksasa Eropa dan Amerika Selatan. Namun, klub asal Arab Saudi besutan pelatih baru Simone Inzaghi itu menjawab semua keraguan dengan penampilan luar biasa. Langkah mereka sejauh ini bukan sekadar kejutan—melainkan pembuktian kekuatan. Dipimpin Inzaghi, Al Hilal melangkah penuh percaya diri. Kemenangan dramatis atas Manchester City di babak 16 besar jadi salah momen klimaksnya. Perjalanan Al Hilal dimulai dari Grup H yang berisi tim-tim tangguh. Di partai pembuka, mereka menahan imbang Real Madrid 1-1 berkat penalti Ruben Neves dan penyelamatan heroik Yassine Bounou. Federico Valverde hampir membuat Madrid menang, tapi Bounou menepis penalti di menit akhir. Hasil itu jadi titik tolak moral tim. Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Salzburg, Al Hilal menang 2-0 atas Pachuca. Gol dari Salem Al-Dawsari dan Marcos Leonardo mengantar mereka ke fase gugur. Sebagai runner-up grup, Al Hilal langsung dihadapkan pada Manchester City. Tak ada yang menaruh harapan besar, tapi Al Hilal justru menjungkirkan sang raksasa. Dalam duel yang berlangsung hingga extra time, mereka menang 4-3. Malcom dan Kalidou Koulibaly menyumbang masing-masing satu gol, Marcos Leonardo dua. Gol terakhir Marcos Leonardo di extra time jadi penentu langkah Al Hilal. Kemenangan ini menegaskan status Al Hilal sebagai tim yang patut diperhitungkan. Kalidou Koulibaly menjadi salah satu kunci sukses Al Hilal malam itu. Ia mengaku timnya ingin tampil berani melawan salah satu tim terbaik di dunia. “Kami tahu ini akan jadi laga sulit melawan salah satu tim terbaik di dunia dan kami ingin menunjukkan ide, talenta, dan kekuatan kami,” katanya kepada FIFA. Ia menambahkan bahwa Al Hilal pantas bahagia atas kemenangan ini. “Kami memanfaatkan peluang dan merasa senang.” Menurut Koulibaly, Al Hilal juga telah membuktikan diri layak berada di sini. “Kami ingin membuktikan bahwa Al Hilal punya kekuatan dan talenta, dan kami menunjukkan mentalitas luar biasa,” lanjutnya. Selanjutnya, lawan berat lainnya menanti Al Hilal di perempat final. Fluminense, yang menyingkirkan Inter Milan, sudah menunggu. Klub Brasil itu menang 2-0 atas sang raksasa Italia di babak 16 besar. Al Hilal tak boleh lengah. Jika ingin terus melangkah, mereka harus tampil setangguh seperti saat melawan City.

Tahan Real Madrid Dan Kalahkan Manchester City Jadi Bukti Kekuatan Al Hilal Read More »

Pilih Merendah, Legenda Juventus Dan Milan Ini Tak Mau Disamakan Dengan Maradona Atau Pele

Berita Bola – Roberto Baggio mencuri perhatian publik sepak bola dunia lewat pernyataan rendah hatinya. Sang legenda Italia menyatakan dirinya tak pantas disandingkan dengan dua ikon terbesar sepanjang masa: Diego Maradona dan Pele. Meski telah menjadi pahlawan Timnas Italia dalam banyak kesempatan, termasuk saat membawa Azzurri ke final Piala Dunia 1994, Baggio menilai dirinya masih jauh di bawah level dua legenda tersebut. Perjalanan kariernya di level klub pun luar biasa. Baggio pernah membela sederet klub top Italia seperti Juventus, AC Milan, dan Inter Milan, serta tim lain seperti Vicenza, Fiorentina, Bologna, dan Brescia. Dengan koleksi dua gelar Scudetto dan status sebagai ikon sepak bola Negeri Pizza, Baggio tetap merendah. Ia bahkan tak merasa pantas disejajarkan dengan pemain legendaris lainnya. Tak sedikit yang menyebut Roberto Baggio sebagai pesepak bola Italia terhebat sepanjang masa. Gaya mainnya yang elegan dan kontribusinya bagi klub maupun negara membuatnya dielu-elukan banyak fans. Wajar bila publik menyandingkan namanya bersama sosok legendaris seperti Diego Maradona dan Pele. Namun bagi Baggio, pujian itu terlalu berlebihan. “Terima kasih, tapi saya tidak melihatnya demikian. Saya tidak tahu harus berkata apa kepada Anda,” ujarnya pada The Athletic. “Sulit untuk mengenali diri saya di antara mereka. Saya tidak pernah merasa seperti itu,” tegasnya. “Saya selalu merasa seperti salah satu dari miliaran orang yang hidup di bumi ini. Saya cukup beruntung untuk bermain sepak bola dan melakukan apa yang saya sukai. Tapi saya tidak merasa seperti mereka,” seru Baggio. Bukan hanya skill dan visi bermainnya yang memukau, Baggio juga dikenal punya filosofi unik soal sepak bola. Ia bermain bukan semata mengejar trofi, tapi demi memberikan hiburan bagi penonton. Baginya, menyenangkan hati para suporter adalah tujuan utama dalam kariernya sebagai pesepak bola. “Menghibur orang-orang. Itulah tujuan hidup saya,” ungkapnya. “Itulah impian saya. Agar orang-orang dapat menikmati diri mereka sendiri. Itulah mentalitas yang saya miliki saat berusia 10, 15, 20 hingga saya pensiun,” seru Baggio.

Pilih Merendah, Legenda Juventus Dan Milan Ini Tak Mau Disamakan Dengan Maradona Atau Pele Read More »

Drama Di Inter Milan Belum Usai : Istri Hakan Calhanoglu Balas Sindiran Lautaro Martinez

Berita Bola – Raksasa Serie A, Inter Milan kembali menuai sorotan, kali ini bukan soal performa mereka di atas lapangan. Perselisihan internal mencuat usai tersingkirnya Inter Milan dari ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Tim asuhan Cristian Chivu harus mengakui keunggulan Fluminense dengan skor 0-2 di babak 16 besar. Kekalahan itu memantik komentar pedas dari kapten tim, Lautaro Martinez. Dalam pernyataannya, Lautaro menyinggung pemain yang tidak ingin bertahan di klub sebaiknya segera pergi. Meski tak menyebut nama, arah sindiran itu diyakini ditujukan kepada Hakan Calhanoglu. Presiden Inter, Beppe Marotta, kemudian mengonfirmasi bahwa ucapan tersebut memang merujuk pada Calhanoglu. Tak lama berselang, istri sang gelandang memberi respons menohok lewat media sosial. Sinem Gundogdu, istri Calhanoglu, membalas pernyataan Lautaro lewat unggahan Instagram. Ia menyinggung soal loyalitas yang semu dalam dunia sepak bola. “Beberapa orang tidak setia padamu. Mereka hanya setia pada kebutuhan mereka,” tulisnya dalam story, dikutip dari La Gazzetta dello Sport. “Begitu kebutuhan mereka berubah, begitu pula kesetiaan mereka. Jangan menyesal punya hati yang baik, Hakan. Semua hal baik akan kembali dan berlipat ganda.” Calhanoglu sendiri absen dalam ajang Piala Dunia Antarklub 2025 karena mengalami cedera. Ia kembali ke Eropa lebih awal bersama beberapa pemain Inter Milan lainnya. Gelandang bermur 31 tahun itu disebut telah mencapai kesepakatan verbal dengan klub asal Turki, Galatasaray. Namun Presiden Inter, Marotta, menegaskan bahwa sang pemain belum mengajukan permintaan pindah. Meski belum resmi hengkang, isu kepergian Calhanoglu tampaknya sudah memicu reaksi di internal skuad. Ketegangan dengan Lautaro pun bisa menjadi sorotan utama dalam waktu dekat.

Drama Di Inter Milan Belum Usai : Istri Hakan Calhanoglu Balas Sindiran Lautaro Martinez Read More »