Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Liverpool Cuma Menang Tipis, Van Dijk Akui Burnley Membuat Laga Jadi Berat

Berita Bola – Liverpool meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Burnley di Turf Moor pada pekan keempat Liga Inggris 2025/2026, Minggu (14/09/2025). Gol tunggal dari titik putih menjadi penentu hasil akhir laga. Burnley yang berstatus tuan rumah tampil penuh disiplin dengan blok pertahanan rendah. Strategi itu membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Arne Slot bahkan harus menunggu hingga menit akhir untuk bisa memastikan tiga poin. Penalti yang didapat Liverpool berhasil dimaksimalkan Mohamed Salah dan membawa pulang kemenangan tipis. Meski menang, laga ini jelas tidak mudah bagi The Reds. Burnley menunjukkan perlawanan luar biasa sehingga memaksa Van Dijk memberikan pujian. Van Dijk menilai Burnley tampil lebih baik dari yang banyak orang perkirakan. Menurutnya, tim tuan rumah memperlihatkan semangat juang tinggi dan bertahan dengan disiplin. Bek andalan Liverpool itu menyebut blok rendah Burnley sangat menyulitkan timnya. Kondisi ini memaksa mereka mencari cara lain untuk menciptakan peluang. Meski akhirnya menang lewat penalti, Van Dijk menilai hasil itu tak lepas dari kualitas pertahanan Burnley. Baginya, lawan pantas mendapatkan kredit besar. “Ya, kami benar-benar mencoba segalanya melawan blok yang sangat rendah. Salut untuk Burnley, mereka bertahan dengan baik dan terus berlari dan berjuang. Dan kami harus menemukan cara. Kami mencoba segalanya dan jelas kami berhasil mendapatkan penalti yang memang pantas dan menang,” ujarnya pada laman resmi Liverpool. Selain memuji lawan, Van Dijk juga menyoroti sikap positif rekan-rekannya. Menurutnya, Liverpool tidak panik meski sulit mencetak gol sepanjang pertandingan. The Reds terus menjaga intensitas hingga akhir laga. Tekanan demi tekanan yang mereka lancarkan akhirnya berbuah hasil. Bagi Van Dijk, kemenangan ini lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Ia melihat ada karakter kuat yang ditunjukkan Liverpool baik dalam bertahan maupun menyerang. “Jika Anda melihat bahasa tubuh kami, saya pikir kami terus menekan. Kami terus memotivasi satu sama lain dan kami tidak frustrasi. Jelas itu bisa dengan mudah berakhir imbang dan kami mengambil satu poin,” ujarnya. “Tetapi karena kami terus menekan, kami terus melaju, itu jelas membantu kami mendapatkan penalti menjelang akhir. Saya sangat senang dengan penampilan secara keseluruhan, baik secara defensif maupun ofensif,” tegasnya.

Liverpool Cuma Menang Tipis, Van Dijk Akui Burnley Membuat Laga Jadi Berat Read More »

Real Madrid Siapkan ‘Buku Dosa’ Wasit 20 Tahun Buat Diadukan Ke FIFA, Seret Nama Barcelona

Berita Bola – Real Madrid tampaknya sudah kehabisan kesabaran dengan kualitas perwasitan di Spanyol. Mereka kini siap mengambil langkah drastis untuk menyuarakan keluhan mereka. Klub raksasa Spanyol itu dikabarkan sedang menyusun sebuah dokumen laporan komprehensif. Laporan ini tidak akan ditujukan untuk Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), melainkan langsung ke FIFA. Pemicunya adalah kartu merah kontroversial Dean Huijsen di laga terakhir. Insiden ini seolah menjadi puncak dari gunung es kekecewaan yang sudah menumpuk. Dalam laporannya nanti, Madrid tidak hanya akan menyoroti satu atau dua kasus. Mereka menuduh adanya kelalaian besar atau bahkan agenda tersembunyi yang merugikan mereka selama bertahun-tahun. Amarah Los Blancos meledak pada akhir pekan lalu. Momen itu terjadi saat Dean Huijsen diusir wasit dalam laga melawan Real Sociedad. Manajer Xabi Alonso dan pihak klub merasa sangat dirugikan. Mereka sama sekali tidak puas dengan penjelasan wasit mengenai kartu merah tersebut. Bukan tanpa alasan, insiden ini seolah membuka kembali luka lama. Madrid memang sudah berkali-kali melayangkan protes, termasuk saat kasus Negreira mencuat ke publik. Kini, Real Madrid tidak lagi main-main dengan protes mereka. Mereka sedang menyiapkan sebuah berkas laporan tebal untuk diserahkan langsung ke FIFA. Isinya pun tak main-main, mencakup rangkuman keputusan kontroversial selama 20 tahun terakhir. Laporan itu bahkan akan menyertakan nama-nama wasit yang dianggap merugikan mereka. Yang paling panas, laporan itu akan berisi perbandingan statistik antara Real Madrid dan Barcelona. Perbandingan itu mencakup jumlah kartu, penalti, hingga pelanggaran yang diterima kedua tim. Ironisnya, langkah ekstrem Madrid ini datang di saat RFEF sebenarnya sedang mencoba berbenah. Komite wasit (CTA) telah melakukan sejumlah perubahan di awal musim ini. Mereka mengganti presiden CTA dan mencoba lebih transparan. Bahkan, RFEF sempat mengundang Real Madrid untuk menjadi bagian dari proses reformasi tersebut. Namun, semua upaya itu tampaknya belum cukup di mata Real Madrid. Bagi mereka, masalah perwasitan di Spanyol sudah terlalu mengakar dan butuh intervensi dari pihak yang lebih tinggi.

Real Madrid Siapkan ‘Buku Dosa’ Wasit 20 Tahun Buat Diadukan Ke FIFA, Seret Nama Barcelona Read More »

Lebih Cepat Dari Prediksi Dokter, Jude Bellingham Siap Dimainkan Di Derby Madrid?

Berita Bola – Real Madrid mendapatkan kabar gembira jelang laga perdana mereka di Liga Champions. Dua gelandang andalan mereka dipastikan telah pulih dari cedera masing-masing. Mereka adalah Jude Bellingham dan Eduardo Camavinga yang siap kembali beraksi. Keduanya akan tersedia untuk laga penting melawan Olympique Marseille di Santiago Bernabeu. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi pelatih Xabi Alonso. Sebelumnya, ia sempat dipusingkan dengan stok gelandang yang sangat terbatas di dalam skuadnya. Pulihnya dua pemain vital ini datang di saat yang sangat tepat. Terutama kembalinya Bellingham yang terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan semua orang. Kembalinya Jude Bellingham menjadi kejutan yang sangat menyenangkan bagi Madridistas. Ia pulih jauh lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan oleh tim medis sebelumnya. Padahal, ia diprediksi baru bisa merumput lagi pada pertengahan Oktober mendatang. Ini karena ia harus menjalani proses operasi bahu yang cukup serius pada bulan Juli lalu. Dengan demikian, Bellingham punya waktu hampir dua pekan untuk memulihkan kebugarannya. Ia bisa dipersiapkan secara maksimal untuk laga super panas Derby Madrid akhir bulan ini. Selain Bellingham, Real Madrid juga menyambut kembalinya Eduardo Camavinga ke lapangan. Penantian panjang sang gelandang Prancis selama 4,5 bulan yang melelahkan akhirnya usai. Proses pemulihannya memang tidak berjalan mulus karena sempat mengalami beberapa kendala. Ia bahkan mengalami kemunduran saat mencoba kembali bermain di ajang Piala Dunia Antarklub. Tidak hanya itu, cedera engkel terpisah yang dialaminya dalam sesi latihan sempat memperpanjang masa absennya. Kini, ia siap untuk kembali menjadi kekuatan utama di lini tengah Los Blancos. Pulihnya Bellingham dan Camavinga membuat ruang perawatan Real Madrid semakin kosong. Situasi ini tentu sangat ideal bagi Xabi Alonso untuk meracik strategi terbaiknya ke depan. Kini, hanya tersisa dua pemain senior yang masih dalam proses pemulihan cedera. Mereka adalah penyerang Endrick Felipe dan bek kiri andalan, Ferland Mendy. Namun, Endrick diperkirakan sudah bisa bergabung kembali dengan tim dalam beberapa pekan ke depan. Hanya kondisi Ferland Mendy yang waktu pemulihannya dari operasi masih belum bisa dipastikan.

Lebih Cepat Dari Prediksi Dokter, Jude Bellingham Siap Dimainkan Di Derby Madrid? Read More »

Pelatih Juventus Menilai Inter Milan Lebih Kuat Ketimbang Napoli-nya Conte

Berita Bola – Pelatih Juventus, Igor Tudor, melontarkan komentar panas yang bisa memanaskan persaingan Scudetto. Ia membuat perbandingan kekuatan yang cukup mengejutkan antara dua rivalnya. Setelah membawa timnya memenangi Derby d’Italia, Tudor secara terbuka memuji Inter Milan. Ia bahkan menyebut skuad Inter lebih kuat dibandingkan Napoli asuhan Antonio Conte. Pernyataan ini sontak menjadi sorotan. Banyak yang menganggapnya sebagai bagian dari perang urat syaraf di awal musim perburuan gelar. Komentar ini disampaikan Tudor setelah Juventus meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Inter. Sebuah laga yang disebutnya berhasil dimenangi meski timnya tidak dalam performa terbaik. Dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions, Igor Tudor merefleksikan kemenangan timnya. Ia tak segan memberikan pujian setinggi langit kepada Inter Milan yang baru saja mereka kalahkan. Menurutnya, Juventus telah berhasil mengatasi tim terkuat di Serie A saat ini. Ia bahkan tak ragu menempatkan Inter di atas Napoli dalam peta kekuatan musim ini. “Kami bermain melawan tim terkuat di Serie A dengan skuad mereka, menurut saya, mereka juga lebih unggul dari Napoli,” ujar Tudor. Pada kesempatan yang sama, Tudor juga ditanya mengenai filosofi permainannya. Apakah ia lebih suka kemenangan dramatis 4-3 atau kemenangan pragmatis 1-0. Pelatih asal Kroasia itu kemudian teringat pada pernyataannya tiga tahun lalu. Saat itu, ia masih menukangi Verona dan lebih menyukai kemenangan besar. “Filosofi saya sekarang adalah menang terlebih dahulu, lalu, jika kami bisa mencetak lebih banyak gol, lakukan!. Kemenangan 3-0 akan lebih baik,” tegasnya. Komentar Tudor ini tentu tidak lepas dari latar belakang laga akhir pekan lalu. Juventus baru saja terlibat dalam sebuah duel klasik yang sangat menghibur melawan Inter. Bianconeri berhasil keluar sebagai pemenang dalam laga yang berakhir dengan skor 4-3 itu. Kemenangan ini menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi mereka. Gol-gol kemenangan Juventus saat itu dicetak oleh Lloyd Kelly, Kenan Yildiz, dan Khephren Thuram. Satu gol lainnya bahkan disumbangkan oleh pemain muda berusia 19 tahun, Vasilije Adzic.

Pelatih Juventus Menilai Inter Milan Lebih Kuat Ketimbang Napoli-nya Conte Read More »

Cristian Chivu Pertimbangkan Buat Melakukan Rotasi Kiper Inter Milan

Berita Bola – Inter Milan menghadapi tantangan serius di bawah mistar gawang. Pelatih Cristian Chivu dikabarkan tengah menimbang perubahan setelah penampilan mengecewakan Yann Sommer melawan Juventus. Dalam Derby d’Italia, Sommer kebobolan empat gol dari empat tembakan tepat sasaran. Kekalahan itu menambah sorotan terhadap kiper berusia 36 tahun tersebut. Menurut laporan CalcioMercato, Chivu mulai mempertimbangkan untuk menurunkan Josep Martinez sebagai starter. Keputusan ini menandai bahwa tidak ada posisi yang benar-benar aman di skuad utama Inter. Selain kiper, Chivu sebelumnya juga sudah lebih berani melakukan rotasi di lini lainnya, termasuk pemain inti seperti Federico Dimarco, Lautaro Martinez, dan Nicolo Barella. Langkah ini memberi indikasi bahwa perubahan di sektor penjaga gawang bukan hal mustahil. Inter akan menghadapi Ajax di Amsterdam pada tengah pekan ini. Laga tersebut dianggap sebagai momentum bagi tim untuk memperbaiki performa setelah kegagalan musim lalu di final Liga Champions. Josep Martinez diprediksi akan mendapat kesempatan tampil sebagai starter. Chivu ingin menilai kemampuan kiper asal Spanyol itu dalam situasi tekanan tinggi. Jika tampil meyakinkan, Martinez bisa memberikan opsi baru bagi lini pertahanan Inter. Terlebih performa Sommer mulai dipertanyakan setelah beberapa kesalahan krusial. Josep Martinez resmi bergabung dengan Inter dari Genoa pada musim panas lalu. Nilai transfernya mencapai 13,5 juta euro plus 1,5 juta euro bonus. Sejauh ini, Martinez baru tampil 10 kali untuk Nerazzurri. Sommer tetap menjadi pilihan utama sebagian besar pertandingan karena pengalaman dan rekam jejaknya. Namun, usia muda Martinez menjadi aset penting bagi jangka panjang Inter. Jika diberi kesempatan, ia berpotensi menjadi solusi stabil di bawah mistar. Kontrak Yann Sommer akan berakhir musim panas mendatang. Di usia 36 tahun, performa dan refleksnya dinilai mulai menurun. Chivu tidak segan melakukan rotasi demi menjaga kualitas tim. Jika Martinez tampil apik, posisi Sommer sebagai kiper utama bisa mulai tergeser lebih cepat dari perkiraan. Perubahan ini bisa menjadi titik balik penting bagi pertahanan Inter Milan. Lini belakang yang lebih solid diyakini akan meningkatkan peluang tim meraih hasil positif di laga-laga mendatang.

Cristian Chivu Pertimbangkan Buat Melakukan Rotasi Kiper Inter Milan Read More »

Masa Depan Terancam, Tiga Laga Terakhir Buat Ruben Amorim Di MU

Berita Bola – Masa depan Ruben Amorim di Manchester United kini benar-benar berada di ujung tanduk. Kekalahan telak dalam laga derby melawan Manchester City menjadi pukulan terbaru yang sangat menyakitkan. Start musim ini berjalan begitu buruk bagi skuad Setan Merah. Mereka baru sanggup mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan yang sudah dijalani. Situasi ini membuat posisinya sebagai manajer semakin goyah dan tidak aman. Banyak pihak meyakini waktunya di Old Trafford sudah mendekati akhir cerita. Kini, tiga pertandingan ke depan disebut-sebut menjadi pertaruhan terakhirnya. Sebuah kesempatan untuk membuktikan kelayakannya atau bersiap menerima surat pemecatan. Kekalahan 0-3 dari Manchester City pada hari Minggu terasa begitu menyesakkan. Hasil ini hanya memperpanjang catatan kelam sang manajer asal Portugal tersebut bersama United. Faktanya, rekor Amorim sejak mengambil alih kursi manajer dari Erik ten Hag sangatlah buruk. Ia hanya mampu memberikan delapan kemenangan dari total 31 laga Premier League. Kondisi ini diperparah dengan bencana musim lalu saat finis di peringkat ke-15. Kegagalan di final Liga Europa pun melengkapi penderitaan United di bawah asuhannya. Di tengah krisis, manajemen Man United yang dipimpin Omar Berrada sempat memberinya dukungan publik. Namun, dukungan semacam ini bukanlah sebuah jaminan keamanan yang pasti. Kisah serupa pernah terjadi pada era Erik ten Hag kurang dari setahun yang lalu. Dukungan penuh diberikan sebelum akhirnya sang manajer dipecat beberapa pekan kemudian. Tentu saja, memecat Amorim akan menjadi sebuah aib personal bagi Berrada. Sebab, dialah yang menjadi sosok pendorong utama dalam penunjukan manajer Portugal tersebut. Ujian sesungguhnya bagi Amorim akan datang dalam tiga pertandingan ke depan. Jadwal krusial ini bisa menjadi penentu akhir nasib kariernya di Manchester. Setelah dihajar Man City, mereka akan menjamu tim juara dunia, Chelsea, di Old Trafford. Kemudian, Setan Merah akan bertandang ke Brentford sebelum kembali menjamu Sunderland. Periode ini menjadi sangat krusial karena datang tepat sebelum jeda internasional. Jeda internasional adalah momen yang jamak digunakan oleh klub untuk mengganti manajer. Salah satu biang keladi keterpurukan Man United adalah keengganan Amorim mengubah sistem. Ia bersikukuh dengan formasi kontroversial 3-4-3 miliknya yang terbukti tidak berjalan. Sayangnya, para pemain di lapangan terlihat jelas gagal beradaptasi dengan skema tersebut. Setiap laga selalu diwarnai dengan kesalahan elementer dan performa yang jauh dari kata meyakinkan. Akibatnya, dukungan dari para suporter yang dulu setia kini mulai luntur drastis. Keraguan besar kini menyelimuti masa depan pelatih yang pernah dua kali menawarkan diri untuk mundur musim lalu.

Masa Depan Terancam, Tiga Laga Terakhir Buat Ruben Amorim Di MU Read More »